Publications Apakah Akses Teknologi dan Internet Berpengaruh pada Kesempatan Kerja Perempuan di Indonesia?

Apakah Akses Teknologi dan Internet Berpengaruh pada Kesempatan Kerja Perempuan di Indonesia?

Oktober 16, 2023

  • Komposisi penduduk di Indonesia tahun 2022 didominasi oleh penduduk usia angkatan kerja dengan populasi pekerja perempuan yang lebih banyak dibandingkan pekerja laki-laki.
  • Kemampuan penggunaan Information Communication and Technology (ICT) dan internet disinyalir membantu meningkatkan peluang perempuan untuk mendapatkan pekerjaan dan mengoptimalkan efektivitas bekerja.
  • Riset Pacmann menemukan bahwa semakin seorang perempuan memiliki akses ICT dan kemampuan untuk menggunakan internet, peluang perempuan untuk bekerja akan semakin tinggi.
  •  Akses ICT & kemampuan menggunakan internet juga dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan seorang ibu yang bekerja dengan tidak meninggalkan tanggung jawab untuk mengurus anak.

 

Kondisi Tenaga Kerja Perempuan di Indonesia

Piramida penduduk Indonesia tahun 2022 membuktikan jumlah total penduduk perempuan (139,4 juta jiwa) lebih banyak dari laki-laki (136,3 juta jiwa).

 

Hal itu berpengaruh pada kondisi ketenagakerjaan Indonesia menurut gender, karena proporsi jumlah usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibandingkan usia non-produktif hingga mencapai 94,3 juta jiwa untuk laki-laki dan 96,7 juta jiwa untuk perempuan. Oleh karena itu, semakin tinggi jumlah penduduk usia produktif, semakin tinggi pula jumlah tenaga kerja.

 

BPS menunjukkan persentase pekerja perempuan profesional (pekerja dengan keahlian tertentu/khusus) berfluktuasi dari tahun 2011-2022, dengan jumlah paling tinggi di tahun 2021 (50%) dan paling rendah di tahun 2013 (45%). Jika dilihat dari trend-nya, jumlah pekerja perempuan yang memiliki skill khusus menunjukan trend positif.

 

Pengaruh Perkembangan ICT & Internet terhadap Ketenagakerjaan 

Trend positif jumlah tenaga kerja perempuan tidak terlepas dari peran Information Communication and Technology (ICT) dan internet yang dapat memberikan dampak positif pada bursa tenaga kerja dengan skill tinggi (Falck, Heimisch, & Wiederhold, 2021). Penelitian Berniell & Marchionni (2021) serta Giuntella & Luca (2019) menjelaskan ICT & internet berdampak positif pada partisipasi angkatan kerja perempuan (FLFP) dan lapangan kerja. Dampaknya akan meningkatkan fleksibilitas kerja, memperbesar kesempatan ibu untuk bekerja, dan lainnya. 

 

Kabar baiknya, perkembangan akses ICT & internet di Indonesia terus mengalami peningkatan. Menurut BPS, percepatan arus globalisasi, digitalisasi, serta pembangunan infrastruktur telekomunikasi berpengaruh pada meningkatnya jumlah akses ICT & internet. Terlebih, kebijakan pemerintah dalam pemerataan digitalisasi akan mempercepat perkembangan akses ICT & internet di Indonesia.

 

Pengaruh ICT terhadap Outcome Pekerja Perempuan

Terdapat beberapa penelitian terdahulu dalam melihat pengaruh ICT & internet terhadap female labor outcome yang melalui kesempatan kerja. Penelitian Nikulin (2017) serta Watson & Le (2018) dalam melihat dampak ICT terhadap partisipasi angkatan kerja perempuan di beberapa negara berkembang & kawasan Indo-Pasifik menunjukan pengaruh yang positif pada kesempatan kerja dan kualitas kerja, terutama bagi perempuan usia muda.

Viollaz & Winkler (2021) juga menggambarkan dampak positif ICT (berfokus pada perempuan usia lanjut di Yordania) pada partisipasi angkatan kerja. Untuk kondisi di Indonesia, internet memiliki dampak positif yang kecil terhadap partisipasi angkatan kerja bagi perempuan usia muda dan berpendidikan rendah (N. Kusumawardhani, R. Pramana, N.S. Saputri dkk, 2023).

 

Penelitian Pacmann

Berdasarkan trend positif jumlah tenaga kerja profesional perempuan serta kondisi meningkatnya jumlah akses ICT & internet di Indonesia, tim Pacman melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan:

  1. Bagaimana dampak ICT & internet terhadap kesempatan kerja perempuan di Indonesia?
  2. Bagaimana dampak ICT & internet terhadap kinerja perempuan pekerja, terutama ketika menjadi seorang ibu?

Dalam melihat dampak ICT & internet terhadap kesempatan kerja perempuan di Indonesia, tim Pacmann melakukan pengolahan data secara kuantitatif menggunakan data IFLS tahun 2014 dengan metode Ordinary Least Square (OLS) & Cross-Section Data. Sementara itu, untuk melihat dampak ICT & internet terhadap kinerja pekerja perempuan terutama ketika menjadi seorang ibu, tim Pacmann melakukan survei berupa interview pada beberapa perempuan yang bekerja dan memiliki anak.

 

Demografi Sampel Penelitian

Setelah melalui pendekatan kuantitatif menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2014, hasil analisis demografi sampel dalam penelitian sebagai berikut:

 

Mayoritas responden untuk paling tinggi pendidikan terakhir perempuan Indonesia pada tahun 2014 adalah di tingkat SMP-SMA.

 

Sumber: Olahan Peneliti

 

Secara rinci, rata-rata umur perempuan dalam penelitian ini adalah 39 tahun serta mayoritas telah menikah (mendekati nilai 1) dengan jumlah anggota dalam rumah tangga 4 orang (mayoritas memiliki anak 1-2 orang).

 

Sementara itu, dari beberapa responden yang telah melakukan interview, terdapat 38% ibu yang telah bekerja lebih dari 5 tahun dan 13% ibu yang telah bekerja kurang dari 1 tahun, sedangkan masing-masing sebesar 25% untuk waktu bekerja 1-3 tahun dan 4-5 tahun.

 

Responden ibu yang bekerja berasal dari berbagai bidang, mayoritas berada pada sektor pemerintahan dan jasa, selanjutnya lembaga riset, kesehatan, akuntan publik, dan e-commerce.

 

Bagaimana Dampak ICT & Internet bagi Kesempatan Kerja Perempuan di Indonesia?

Hasil analisis di atas bertujuan untuk melihat akses internet perempuan terhadap peluang untuk bekerja (model 1) dan melihat akses internet perempuan bekerja terhadap peluang perempuan bekerja di sektor formal (model 2). Melalui hasil regresi model 1, perempuan dengan akses internet akan memiliki peluang yang lebih besar untuk bekerja dibandingkan yang tidak memiliki akses internet.

Di sisi lain, kondisi pendidikan, umur, dan tempat tinggal perempuan juga berpengaruh pada peluang mereka untuk bekerja . Ketika perempuan tersebut menikah dan memiliki jumlah anggota rumah tangga yang banyak, akan semakin kecil peluang perempuan tersebut untuk bekerja.

Dalam melihat kondisi model 2, ketika seorang perempuan dengan akses ICT & internet, maka semakin besar peluangnya untuk bekerja di sektor formal dibandingkan yang tidak memiliki akses internet.

Selain itu, ketika tingkat pendidikan yang ditamatkan seorang perempuan semakin tinggi, semakin bertambahnya umur, dan bertempat tinggal di kota, maka akan meningkatkan peluang perempuan tersebut untuk bekerja di sektor formal. Sedangkan, apabila perempuan tersebut telah menikah dan semakin banyak jumlah anggota rumah tangganya, akan semakin rendah pula peluang perempuan tersebut bekerja di sektor formal.

 

Bagaimana Dampak Perkembangan ICT & Internet bagi Kinerja Ibu yang Memiliki Anak?

Dalam menilai dampak perkembangan ICT & internet terhadap kinerja ibu yang memiliki anak menurut berbagai aspek, tim Pacmann melakukan survei berupa interview pada beberapa ibu yang bekerja dan memiliki anak.

Dampak terhadap Kuantitas & Kualitas Kerja serta Pola Kerja

Mayoritas ibu pekerja  memiliki tantangan dalam membagi waktu antara mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan kantor. Dengan adanya perkembangan ICT & internet, hal tersebut dapat mempermudah proses penyelesaiaan pekerjaan yang banyak.

Ibu pekerja merasa sangat terbantu dengan adanya ICT & internet karena pekerjaanya dapat dilakukan secara online, sehingga waktu untuk memperhatikan anak akan semakin banyak. Hal ini juga mempengaruhi pola kerja yang semakin efektif, sehingga setiap pekerjaan dapat dilakukan secara mudah (baik dalam melakukan meeting, checking hasil kerja oleh atasan, dan lainnya).

 

Dampak terhadap Skills & Keterampilan

Mayoritas ibu pekerja merasa bahwa perkembangan ICT yang pesat saat ini memaksa mereka untuk tetap catch up dan terus belajar. Selain itu, responden merasa perlu meningkatkan skill penguasaan software dasar aplikasi kerja (Microsoft word, Excel, Power Point, Google Slides, Spredsheets, dan lainnya) sesuai bidang pekerjaan yang dijalani. Selain itu, adanya pelatihan dari kantor sangat membantu responden untuk mengoptimalkan penguasaan fitur shortcut dan cara efektif lainnya dalam penggunaan ICT & internet, serta memaksimalkan skill teknikal untuk menyelesaikan pekerjaan.

 

Penutup

Melalui analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa akses ICT & internet berpengaruh positif pada peluang perempuan untuk bekerja. Selain itu, akses ICT & internet juga berpengaruh positif pada peluang perempuan untuk bekerja, terutama di sektor formal. Hal ini tetap dipengaruhi faktor lainnya, seperti tingkat pendidikan, umur, tempat tinggal, status perkawinan, dan jumlah anggota dalam rumah tangga.

Sementara itu, dampak ICT & internet pada ibu pekerja berdampak positif pada kinerjanya karena mayoritas dapat melakukan pekerjaan secara jarak jauh (WFH) dan dapat meningkatkan efektifitas pekerjaan karena mereka tetap dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa meninggalkan tanggung jawab untuk mengurus anak.

 

Referensi

Berniell, I., Berniell, L., de la Mata, D., Edo, M., & Marchionni, M. (2021). Gender gaps in labor informality: The motherhood effect. Journal of Development Economics, 150 102599.

Billari, F. C., Giuntella, O., & Luca, S. (2019). Does broadband internet affect fertility? A Journal of Demography, 73(3), 297–316. https://doi.org/10.1080/ 00324728.2019.1584327.

BPS. Perempuan sebagai Tenaga Kerja Profesional. https://www.bps.go.id/indicator/40/466/1/perempuan-sebagai-tenaga-profesional.html 

Elfindri, E., Soebiakto, B., Harizal, H., & Rezki, J. F. (2015). Youth idleness in Indonesia. Asian Social Science, 11(13), 251–259. https://www3.weforum.org/docs/WEF_GGGR_2023.pdf

Falck, O., Heimisch, A., & Wiederhold, S. (2021). Returns to ICT skills. Research Policy, 50(7). https://doi.org/10.1016/j.respol.2020.104064.

Indonesia Family Life Survey (IFLS) Wave 5 Dataset

Kusumawardhani, N., Pramana, R., Saputri, N. S., & Suryadarma, D. (2023). Heterogeneous impact of internet availability on female labor market outcomes in an emerging economy: Evidence from Indonesia. World Development, 164, 106182. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2022.106182

Nikulin, D. (2017). The impact of ICTs on Women’s Economic Empowerment. In H. Kaur, E. Lechman, & A. Marszk (Eds.), Catalyzing Development through ICT Adoption. https://doi.org/10.1007/978-3-319-56523-1_2.

Potensi Desa (PODES) 2008 – 2018 Dataset

Survei Pacmann Penelitian Pacmann terkait Akses Internet dan Woman Labor Force

Viollaz, M., & Winkler, H. (2021). Does the internet reduce gender gaps? The case of Jordan. The Journal of Development Studies.. https://doi.org/10.1080/ 00220388.2021.1965127. 

Watson, T., Corliss, M., & Le, M. (2018). Digitalisation and Women’s Workforce Participation in the Indo-Pacific. Australian Journal of Labour Economics, 21, 45–74.