Blog Visualisasi Data: Definisi, Manfaat, dan Caranya

Visualisasi Data: Definisi, Manfaat, dan Caranya

Annisa Jamilatul September 22, 2022 6 min read

Di era big data seperti sekarang ini, kebutuhan akan visualisasi data menjadi tidak bisa dihindarkan, sebab dengan memvisualisasikan data yang dimiliki kita akan lebih mudah memahami arti dan mendapatkan insight dari data itu sendiri.

Tidak hanya perusahaan swasta yang memanfaatkan visualisasi data, melainkan institusi pemerintah dan organisasi riset juga.

Salah satu tujuan mereka menggunakannya adalah untuk mengenali dan memahami tren yang sedang terjadi sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih berorientasi kepada data, baik dan cepat.

Tapi, apakah kamu sudah benar-benar memahami apa itu visualisasi data, apa saja manfaatnya, dan bagaimana cara melakukannya? Simak jawabanya di dalam artikel ini yaa.

Apa itu visualisasi data?

Data visualization atau visualisasi data adalah sebuah representasi grafis dari informasi dan data dengan menggunakan elemen visual seperti chart, grafik dan peta.

Dilansir dari Wyzowl, orang-orang cenderung mengingat sekitar 80% dari apa yang mereka lihat, 10% dari apa yang mereka dengar, dan 20% dari apa yang mereka baca.

Seperti yang sudah kita ketahui, biasanya data mentah hanya terdiri dari angka dan huruf saja sehingga cukup sulit untuk dimengerti.

Oleh karena itu, agar mudah dipahami oleh orang lain maka data tersebut perlu diolah terlebih dahulu dan kemudian divisualisasi untuk menggambarkan informasi secara jelas dan ringkas.

Visualisasi data membantu untuk menyajikan sebuah cerita dengan mengubah data menjadi sebuah bentuk yang lebih mudah untuk dimengerti, dan menghighlight atau menyoroti tren.

Apa fungsi visualisasi data?

Setelah memahami definisinya, yang perlu kamu ketahui adalah fungsi dari visualisasi data itu sendiri. Berikut ini fungsi-fungsi dari visualisasi data.

Memahami data dengan mudah

Fungsi yang pertama adalah mempermudah seseorang untuk memahami data. Seperti yang sempat disinggung di atas, seseorang akan sulit mencerna informasi jika data ditampilkan hanya dengan bentuk huruf dan angka saja di dalam spreadsheet.

Namun, hal tersebut akan berbeda jika data ditampilkan dalam bentuk visualisasi.

Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Lailia Hifziati dalam paper yang berjudul Pembentukan Kultur Konsumtif Melalui eWOM Kuliner di Instagram menjelaskan bahwa konten berbentuk visual akan diproses 60.000 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis konten lainnya.

Membantu memahami operasional bisnis

Fungsi selanjutnya adalah untuk membantu dalam memahami operasional bisnis. Bisnis sendiri setiap harinya menghasilkan puluhan hingga ratusan data mentah.

Oleh karena itu, dibutuhkan visualisasi data untuk meningkatkan pemahaman mengenai operasional bisnis tersebut sehingga kamu bisa mengidentifikasi dan menyusun strategi pemasaran yang baik serta tepat untuk dijalankan kedepannya.

Pacmann pernah membahas tentang hal ini di salah satu webinar Pacmann di sini.

Meningkatkan nilai dari produk atau jasa

Fungsi terakhir dari visualisasi data adalah dapat meningkatkan nilai dari produk atau jasa.

Sebab, umumnya orang lebih mudah memahami segala sesuatu yang divisualkan dibandingkan hanya dengan membaca tulisan mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.

Kenapa kemampuan visualisasi data penting untuk data analyst?

Jika kamu ingin meniti karir sebagai seorang Data Analyst, maka kamu perlu menguasai kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang analis data.

Kemampuan tersebut salah satunya adalah menguasai visualisasi data. Skill satu ini menjadi penting untuk dikuasai bukan tanpa alasan, sebab kamu akan lebih mudah memahami latar belakang dari suatu masalah jika kamu mampu memvisualisasikannya.

Kamu akan dengan mudah memahami suatu masalah atau cerita tertentu dari data yang divisualisasikan tersebut. Selain itu, kamu juga dapat melakukan analisis dengan lebih baik, mengidentifikasi pola dengan mudah, memahami tren baru dan lain sebagainya.

Bagaimana cara melakukan visualisasi data?

Untuk dapat melakukan visualisasi data, kamu setidaknya harus paham tentang apa yang ingin kamu visualisasikan.

Pada dasarnya, data yang ingin divisualisasikan menunjukkan empat hal ini, antara lain:

Perbandingan atau komparasi

Tahap pertama dalam melakukan visualisasi data adalah melakukan perbandingan data terlebih dahulu.

Disini kamu akan mengkomparasi suatu sekumpulan nilai suatu variabel dengan variabel lainnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui mana nilai variabel yang lebih besar, mana yang lebih tinggi, mana yang mengalami kenaikan dan lain sebagainya.

Jika data yang akan divisualisasi berkaitan dengan waktu biasanya akan ditampilkan dalam bentu line-chart, sedangkan jika variabel yang dibandingkan adalah kategorikal, maka akan lebih sesuai apabila disajikan dalam bentuk bar-chart.

Distribusi

Contoh visualisasi histogram akan lebih cocok untuk melihat persebaran data pada suatu variabel.

Melalui histogram, kamu bisa melihat apakah datanya banyak yang terkumpul di nilai-nilai kecil, apakah berat di bagian kanan, simetris, atau sudah terdistribusi normal.

Hubungan

Visualisasi scatter-plot bisa digunakan Ketika kamu ingin mengetahui keterhubungan antar variabel, misalnya saja jika variabel B semakin tinggi, apakah variabel C juga akan semakin tinggi, atau malah berubah menjadi lebih rendah, atau bisa juga tidak ada keterhubungannya.

Komposisi

Komposisi berfungsi untuk menunjukkan komposisi komponen dari suatu nilai terhadap nilai total keseluruhan.

Jika data berbentuk kategorikal maka visualisasi yang bisa dipakai yakni stacked bar-chart, dan stacked line-chart untuk data yang berkaitan dengan waktu.

Untuk memudahkan kamu menentukan jenis visualisasi apa yang ingin dipakai, Pacmann punya tips visualisasi data yang bisa kamu lakukan, kamu bisa menggunakan chart selection diagram.

Apa manfaat visualisasi data?

Data visualisasi memiliki beragam manfaat yang bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.

Berikut adalah beberapa manfaat dari visualisasi data:

  • Membantu untuk memahami cerita atau masalah dengan lebih baik
  • Menunjukkan insight yang bisa saja terlewatkan jika data ditampilkan dengan laporan tradisional
  • Membantu eksekutif bisnis untuk mengambil keputusan berdasarkan data, akurat, dan tepat
  • Mempermudah penyampaian informasi secara efisien, jelas, dan efektif
  • Mengidentifikasi tren yang tengah berlangsung

Belajar visualisasi data

Pacmann sudah pernah membahas tentang blog-blog yang layak untuk diikuti untuk belajar visualisasi data.

Selain itu, Pacmann punya daftar website dan course untuk belajar visualisasi data.

Kamu juga bisa belajar lebih dalam tentang ini bersama Pacmann di Analytics and Data Science Program–salah satu program di bawah Sekolah Data Pacmann.

Sebagai gambaran dan sneak peek bagaimana proses pembelajaran di Sekolah Data Pacmann, kamu bisa kunjungi playlist Student Project Lab di YouTube Pacmann.

Demikian penjelasan lengkap mengenai visualisasi data mulai dari pengertian, fungsi, cara melakukannya, hingga manfaatnya. Mengingat pentingnya hal ini di masa sekarang, maka tak heran jika profesi seperti data analyst menjadi salah satu pekerjaan yang banyak dicari oleh perusahaan maupun pemerintah.

Pelajari lebih lanjut tentang visualisasi data di Sekolah Data Pacmann!

Further Reading

What is Data Visualization?

Visualizations That Really Work

The Top 5 Biggest Advantages of Data Visualization