Blog Tips Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan

Tips Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan

Juli 16, 2022 7 min read

Jika Anda ingin mengetahui performa suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu, Anda bisa merujuk pada data yang termuat dalam laporan laba rugi.

Laporan ini memuat informasi finansial terperinci yang sangat berguna untuk menganalisis, mengevaluasi, hingga memetakan strategi di kemudian hari.

Laporan laba rugi tidak hanya penting bagi organisasi internal, melainkan juga penting bagi para investor untuk membuat keputusan.

Dari situ dapat diteliti apakah suatu perusahaan memiliki potensi untuk tumbuh atau justru sebaliknya.

Untuk memahami lebih lanjut terkait laporan laba rugi dan cara yang baik untuk membuatnya, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi atau dalam istilah bahasa Inggris disebut sebagai income statement atau profit and loss statement adalah laporan keuangan perusahaan yang di dalamnya terdapat informasi detail terkait keuntungan (profit), kerugian (loss), pendapatan (revenue), dan beban (expense).

Perusahaan membuat laporan ini secara periodik, entah itu per bulan, per tahun, atau bisa juga dalam kurun waktu spesifik tertentu.

Laporan dikerjakan setiap akhir periode sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut.

Laporan laba rugi juga termasuk salah satu laporan keuangan yang wajib dimiliki perusahaan selain arus kas, laporan perubahan modal, dan neraca keuangan.

Bedanya, laporan ini dibuat untuk mengidentifikasi hasil akhir berupa laba bersih atau rugi bersih bagi suatu perusahaan.

Untuk mengidentifikasi hasilnya, Anda bisa melihat selisih nilai antara pendapatan dan beban.

Jika nilai pendapatan lebih besar dibanding nilai beban, maka selisih tersebut adalah laba/keuntungan.

Sebaliknya, jika di dalam laporan terdapat nilai beban yang lebih besar daripada pendapatan, selisihnya adalah rugi.

Fungsi Laporan Laba Rugi

Meskipun tujuan utama dari laporan laba rugi adalah untuk menyampaikan rincian profitabilitas dan aktivitas bisnis perusahaan kepada para stakeholder, laporan ini juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang internal perusahaan untuk data perbandingan di berbagai bisnis dan sektor.

Mengevaluasi Kondisi Keuangan

Laporan laba rugi menyajikan informasi komprehensif mengenai kondisi finansial perusahaan terkait keuntungan dan kerugian.

Informasi ini terakumulasi setelah bisnis berjalan dalam periode waktu tertentu.

Selain itu, nilai yang terkumpul di dalam laporan dapat ditelusuri secara jelas melalui catatan transaksinya.

Menganalisis Potensi Pertumbuhan

Laporan laba rugi dapat membantu perusahaan menganalisis potensi pertumbuhan melalui sumber keuntungan terbesar yang diperoleh.

Sebaliknya, perusahaan juga dapat menelusuri sumber-sumber yang menghabiskan banyak biaya.

Laporan ini akan berguna sebagai data rujukan ketika membuat keputusan.

Menganalisis Strategi Perusahaan

Laporan laba rugi juga dapat digunakan untuk menganalisis strategi perusahaan.

Sebab, baik keuntungan maupun kerugian yang dialami suatu perusahaan seringkali berkaitan dengan strategi yang mereka terapkan.

Unsur Laporan Laba Rugi

Selain untuk mencari tahu hasil keuntungan atau kerugian, data pendapatan dan beban juga merupakan penyusun utama dalam laporan laba rugi perusahaan.

Keduanya diuraikan secara detail menjadi beberapa unsur seperti berikut:

Penjualan Bersih (Net Sales)

Penjualan bersih adalah jumlah total penjualan setelah dikurangi diskon, retur penjualan, atau potongan khusus dalam jangka waktu tertentu.

Data ini umumnya muncul di baris paling atas dalam pernyataan laporan laba rugi.

Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Sales adalah jumlah beban dan pengeluaran untuk menghasilkan produk/jasa, baik secara langsung maupun tidak langsung.

HPP meliputi biaya produksi, suku cadang, material, tenaga kerja, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan produk/jasa tersebut.

Biaya Operasional

Biaya atau pengeluaran penjualan selain yang tercantum dalam HPP biasanya akan dicatat sebagai biaya operasional.

Biaya ini bisa berupa ongkos pemasaran, upah, iklan, sewa, serta pengeluaran manajemen.

Laba Kotor (Gross Profit)

Laba kotor atau gross profit adalah laba yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi HPP.

Laba kotor biasa digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan untuk menaikkan harga jual atau mengurangi biaya HPP.

Pendapatan Operasional

Pendapatan ini diperoleh dari aktivitas operasional perusahaan setelah laba kotor dikurangi biaya operasional baik langsung atau tidak langsung.

Pendapatan dan Pengeluaran Lain

Perusahaan yang bergerak di industri tertentu atau memiliki model bisnis berbeda biasanya memiliki pendapatan dan pengeluaran khusus seperti beban bunga, pajak, biaya aset modal, keuntungan penjualan aset, dll.

Pendapatan Sebelum Pajak (Earning Before Tax)

Pendapatan Sebelum Pajak atau Earning Before Tax (EBT) adalah pendapatan perusahaan sebelum dipotong pajak.

Pendapatan ini didapat setelah pendapatan operasional dikurangi nilai beban bunga.

Laba Bersih

Setelah nilai pendapatan sebelumnya dikurangi pajak pendapatan, barulah perusahaan bisa memperoleh jumlah total laba bersih.

Namun, laba bersih ini masih akan dibagi lagi (tergantung skema bisnis yang digunakan).

Dividen

Dividen adalah laba perusahaan yang dibagikan kepada para investor atau pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang mereka miliki.

Laba Ditahan (Retained Earnings)

Keuntungan perusahaan juga bisa diakumulasikan sebagai laba ditahan atau retained earnings, yaitu laba bersih yang tidak dibagikan oleh perusahaan sebagai dividen.

Perusahaan bisa menggunakan dana yang tersisa ini untuk berinvestasi atau menambah modal.

Format dan Jenis Laporan Laba Rugi

Format penyusunan laporan hampir serupa dengan laporan lainnya, dimana dokumen harus mengandung header yang mencantumkan identitas perusahaan, jenis laporan, dan periode laporan.

Komponen utama laporan laba rugi adalah total pendapatan, total beban, dan laba/rugi.

Adapun komponen total pendapatan dan total beban bisa Anda peroleh dari kolom laba/rugi pada neraca saldo.

Sedangkan komponen laba/rugi diambil dari nilai selisih total pendapatan dan total beban itu sendiri.

Selayaknya dokumen teknis pada umumnya, terdapat beberapa jenis laporan laba rugi berbeda yang dapat digunakan oleh perusahaan dan unit bisnis.

Dua yang paling umum adalah single-step income statement dan multi-step income statement.

Single-step Income Statement

Single-step income statement menyajikan gambaran sederhana tentang pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

Semua data yang terkait pendapatan dan keuntungan diletakkan di baris paling atas, sementara pengeluaran/beban dan kerugian dijumlahkan di bagian bawah.

Meskipun pembukuan ini cenderung ringkas, namun data yang tercantum sudah cukup untuk menilai secara inklusif.

Contoh Single-step Income Statement:

Single-step Income Statement

Multi-step Income Statement

Jenis laporan laba rugi ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah go-public.

Laporan ini lebih terperinci dan bertahap, dan memisahkan antara biaya operasional dan non-operasional.

Begitu pula dengan detail pendapatan dan beban yang nantinya dikategorikan secara terpisah.

Contoh Multi-step Income Statement:

Multi-step Income Statement

Proses Menyusun Laporan Laba Rugi

Untuk membuat laporan laba rugi, pertama-tama Anda perlu mempersiapan terlebih dahulu beberapa hal, yaitu jurnal transaksi dan neraca percobaan.

Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan periode laporan. Ada tiga pembagian periode yang biasa dipilih perusahaan untuk membuat laporan, yaitu periode bulanan, kuartal, dan tahunan.
  2. Siapkan neraca percobaan. Neraca percobaan atau trial balance yang memuat semua saldo akun dalam laporan akuntansi pada buku besar akan dibutuhkan untuk menghitung laba dan rugi.
  3. Menghitung pendapatan dan HPP. Setelah menemukan nilai keseluruhannya, susun keduanya dalam baris berurutan dimulai dari nilai pendapatan.
  4. Menghitung laba kotor. Kurangi total pendapatan dengan total HPP untuk menemukan nilai laba kotor.
  5. Biaya operasional. Cantumkan semua biaya operasional yang terdapat di laporan neraca percobaan.
  6. Hitung total pendapatan setelah dikurangi semua pengeluaran. Kemudian, kurangi lagi dengan pajak pendapatan untuk mendapatkan nilai laba bersih. Susun nilai laba di baris paling akhir.

Membuat laporan laba rugi akan lebih mudah jika Anda menguasai dasar akuntansi keuangan dan cara menyajikan data-data strategis.

Melalui Program MBA in Tech dari Pacmann, Anda bisa mempelajari semua keterampilan tersebut secara praktikal sekaligus mendalam.

Cari tahu informasi selengkapnya di sini dan jangan lewatkan informasi menarik seputar bisnis dan data lainnya!