Blog Review Alumni Business Intelligence Program

Review Alumni Business Intelligence Program

Maulana Juni 20, 2022 6 min read

Di artikel ini dikumpulkan beberapa review alumni Business Intelligence/Data Analyst Program Pacmann.

Lewat tulisan ini, kamu bisa tahu cerita pengalaman para student Pacmann selama mengikuti program.

Apa itu Business Intelligence Program Pacmann?

Business Intelligence Program Pacmann adalah salah satu program dari Sekolah Data Pacmann.

Melalui program ini, Pacmann menawarkan kurikulum bagi siapa saja yang ingin belajar data, akselerasi karir, career switch, maupun memulai karir menjadi seorang business intelligence.

Per Batch 10 (Agustus 2022), program ini akan di-rebranding dan menjadi Non-Degree Business Intelligence/Data Analyst Career Enhancement Program.

Bagi kamu yang tertarik, kamu sudah berada di halaman yang tepat.

Kamu bisa cek informasi lengkap tentang programnya di sini.

Simak review para alumni Business Intelligence Program Pacmann di bawah ini.

Kurikulum yang Komprehensif dan End-to-end

Ghaniyya Rahima Tejo | Batch 6

Mengikuti kelas dari Pacmann itu seru banget dan daging banget.

Awalnya yang buta dengan dunia coding dan data, jadi terbantu banget.

Materinya pun bikin kita juga penasaran untuk eksplor lebih jauh lagi.

Pengajar-pengajarnya juga baik dan berasa banget tulus dan mengusahakan untuk akan menjelaskan sampai muridnya ngerti sama materi.

Kevin Reinhard Ambarita | Batch 7

Sebagai peserta yang baru pertama kali belajar bahasa pemrograman, saya cukup puas dengan experience yang saya dapatkan di Pacmann karena materinya yang terstruktur dan sering membahas fundamental–yang menurut saya sangat penting.

Jadi jika mencari materi di luar Pacmann bisa sedikit terbantu karena fundamentalnya sudah dipelajari di kelas.

Pengajarnya juga cukup baik dalam memahami dan mengajarkan materi, dan yang saya salut walaupun terkadang ada materi yang belum bisa dijawab pada saat kelas atau materinya berada di luar kelas tersebut, tetap hal itu akan dibahas di Discourse–selalu ada pembahasan di Discourse.

Untuk tugasnya cukup oke, tidak mudah, dan terkadang malah susah, hahaha.

Jadi harus nanya ke teman-teman yang sudah terjun di dunia kerja. Mereka juga bilang, materinya cukup oke.

Semoga Pacmann bisa continuously improving dan turut berpartisipasi untuk mencetak generasi yang lebih melek digital dan data driven.

Billy Erickson Samosir | Batch 7

Saya sangat puas dengan materi dari seluruh kelas.

Intinya, saya yang tadinya pesimis sekarang saya sangat percaya diri untuk memulai career di bidang data.

Jadi Lebih Paham setelah Belajar di Pacmann Dibandingkan di Bangku Kuliah

Khoirun Nisa | Batch 7

Saya sangat suka matei SQL dan Python di Pacmann, karena pada saat kuliah saya sangat sulit mengerti mata kuliah pemrograman, sedangkan saat belajar di Pacmann saya sudah mulai paham bagaimana bahasa pemrograman di SQL dan Python.

Learning Environment, Fasilitas, dan Komunitas yang Mendukung

Andina Septia | Batch 5

Fasilitas Pacmann sangat mumpuni, meski terlihat sederhana dan harus belajar adaptasi di awal (tidak seperti Google Classroom atau Slack yang mungkin sudah cukup umum dipakai khalayak), tapi sudah cukup powerful.

Manteplah di bagian Jupyter notebook dari Pacmann, itu keren banget!

Malvin Raharjo | Batch 8

Saya senang dengan learning environment yang dibangun di Pacmann, dan saya sendiri perlu memanfaatkannya dengan lebih optimal.

Akhdan Arif | Batch 6

Semenjak kuliah, saya paling benci ngoding.

Satu-satunya mata kuliah yang paling sulit kalau bisa dibilang.

Setelah terjun ke dunia kerja, kebetulan saya di dunia ecommerce, saya lihat “Kok lebih enak ngurus data atau angka daripada ngurus orang, ya?”

Semenjak itu saya pikir saya perlu nih untuk shifting karir saya ke dunia data.

Riset tentang jadi data analyst atau scientist ternyata perlu ngoding. Saya pikir “Aduh ngoding, alamat mundur deh ini”.

Singkat cerita, saya yang tidak ingin terjebak masa lalu memutuskan untuk ikut program Pacmann, terutama kelas Python.

Setelah mengikuti kelasnya, ikuti pembelajaran, kerjakan tugas, layaknya Archimedes yang menemukan Archimedes’ principle, “eureka!”

Ternyata ngoding itu gampang!

Terbantu banget dengan sistem belajar, fasilitas yang tentu saja mudah digunakan, bisa belajar di mana aja dan kapan aja.

Akhirnya tugas-tugas mingguan saya hampir semuanya nilai 100.

Good job kelas Python Pacmann!

Ada rasa kepuasan tersendiri bisa solve sebuah problem atau soal dengan menggunakan kode buatan sendiri.

Tim Pengajar yang Kompeten dan Supotif

Theddy Wijaya | Batch 7

Banyak hal baru yang saya pelajari dengan mengikuti kelas di Pacmann.

Saya sangat senang dengan tutornya, saya bisa bertanya-tanya di luar kelas untuk hal-hal yang belum dimengerti.

Bukan hanya dalam hal penyampaian materi, di Pacmann tim student manager pun selalu memantau siswa di Pacmann.

Non-STEM Background Friendly dan Pembelajarannya Mudah Dimengerti

Salma Amalia Sulthanah | Batch 5

Saya memiliki background bisnis namun tidak memiliki background IT.

Menurut saya materi yang diberikan Pacmann sangat membantu saya untuk memahami business intelligence secara lebih baik karena dimulai dari awal sekali.

Hal itu berguna untuk membangun pondasi pemahaman saya.

Fitur-fitur yang diberikan juga sangat menunjang pembelajaran saya.

Sarah Juwita | Batch 8

Saya berasal dari background non-STEM dan sebelumnya tidak pernah belajar programming.

Menurut saya yang penting untuk dilakukan saat mengikuti kelas di Pacmann adalah:

  1. Komitmen
  2. Harus terus belajar
  3. Be patient and be kind to yourself
  4. Istirahat cukup

Overall, belajar di Pacmann merupakan sebuah challenge yang besar bagi saya, which means I am progressing and in a right environment where I can grow and develop myself.

Molly Allmond Yani | Batch 7

Saya sebagai salah satu siswa non-STEM merasa cukup bisa mengikuti pembelajaran dan memahami materi dengan baik.

Namun memang harus perlu banyak latihan agar lebih lancar serta meningkatkan problem solving skill, semoga bisa lekas terbiasa.

Teacher yang berkualitas membuat proses belajar semakin nyaman karena flow-nya serius tapi santai dan bisa minta untuk diulang jika ada yang kurang jelas.

Student consultant juga sangat proaktif terkait tugas, feedback, dll.

Pokoknya mantabslah (pakai s) Pacmann.

Ryan Rizki Ramadhan | Batch 6

Sebagai orang dengan latar belakang non-STEM, sedikit kesulitan untuk memahami bahasa pemrograman yang baru saya pelajari.

Namun, materi Pacmann sangat membantu dan membuat saya mengetahui tools apa saja yang sering digunakan untuk proses analisa data.

Sehingga saya bisa mengeksplor di luar kelas dengan acuan materi dari Pacmann.

Fleksibel dan Full-time Jobber Friendly

Andina Septia Widya | Batch 5

Bagi peserta yang bekerja sekaligus jadi ibu rumah tangga, Pacmann menawarkan kelas-kelas yang cukup fleksibel agar kita, kaum perempuan dengan kesibukan di dua tempat, masih dapat mengikuti kelasnya tanpa membebani keluarga maupun pekerjaan kantor.

Yoeniarti Shara | Batch 6

Fasilitas yang diberikan Pacmann sangat baik secara sarana dan prasarana.

Kelas pun sangat fleksibel–bagi yang tidak ikut kelas dapat belajar mandiri walaupun semakin hari semakin rumit materi yang dipelajari.

Demikian review student dan alumni Business Intelligence Program Pacmann.

Tertarik ingin belajar lebih lanjut tentang business intelligence/data analytics? Meningkatkan data skills atau ingin career switch menjadi data analyst?

Untuk tahu lebih lanjut tentang Business Intelligence Program Pacmann, kamu juga bisa download brosur lengkap programnya atau kunjungi FAQ section di halaman Business Intelligence Program Pacmann.

Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk hubungi Pacmann via Twitter.