Blog Mengenal Lebih Jauh Tentang Artificial Intelligence (AI)

Mengenal Lebih Jauh Tentang Artificial Intelligence (AI)

Desember 7, 2022 7 min read

Artificial Intelligence (AI) lekat dengan kesan canggih dan futuristik.

Di artikel ini, Pacmann akan menjelaskan awal mula artificial intelligence secara lengkap, serta rekomendasi software untuk kamu yang ingin belajar AI lebih dalam.

Sejarah Artificial Intelligence (AI)

A brief history of AI

Tahun 380 SM-1950: Ide “manusia mekanik” dan penciptaan komputer

Sejak era sebelum masehi, para profesor di jaman tersebut sudah memiliki konsep tentang manusia mekanik.

Konsep tersebut berkembang dalam berbagai medium, salah satunya karya sastra dan seni.

Di era 1700-an, mulai bermunculan novel yang menggunakan mesin seperti komputer dalam alur ceritanya.

Selepas terciptanya konsep komputer pada tahun 1882, konsep robot mulai muncul dalam teater dan film.

Salah satu contohnya adalah film tentang robot wanita di tahun 1927, “Metropolis” yang populer pada saat itu.

Tahun 1950-1970: Lahirnya artificial intelligence dan kemajuan teknologinya

Ide tentang “mesin yang bisa berpikir” tidak berhenti sampai di situ.

Di tahun 1950, Alan Turing membuat The Imitation Game, sebuah proposal yang berisi pertanyaan, “Apakah mesin bisa berpikir?”.

Proposal tersebut menjadi titik keberangkatan pengembangan AI.

Tidak lama kemudian, proposal The Imitation Game menjadi landasan The Turing Test, yakni metode untuk mengetahui apakah suatu mesin bisa berpikir.

Meski peran Alan Turing dalam pengembangan AI sangat signifikan, istilah “Artifical Intelligence” sendiri baru muncul di tahun 1955.

Istilah tersebut dibuat oleh John McCarthy, seorang computer scientist dari Amerika, dalam pertemuan pakar komputasi di Universitas Dartmouth.

Munculnya istilah tersebut menjadi jawaban atas pertanyaan “Kapan AI ditemukan”, dan hingga saat ini, McCarthy masih dikenal sebagai Bapak dari AI.

Selanjutnya, di era 1960-an, teknologi AI mulai dikembangkan secara pesat.

Di era ini tercipta berbagai jenis robot, program AI, serta bahasa pemrograman yang menunjang perkembangan AI.

Tahun 1970-2000: AI winter dan kebangkitan AI

Perkembangan teknologi yang sangat pesat di era 1960-an menimbulkan ekspektasi yang tinggi di kalangan publik.

Tidak hanya itu, para peneliti AI di jaman tersebut pun bersikap terlalu optimis sehingga tidak menyadari kompleksitas AI itu sendiri.

Saat penelitian AI tidak menunjukkan banyak kemajuan, tidak sedikit kritik dan kekecewaan yang muncul.

Hal ini tidak hanya berimbas pada hilangnya kepercayaan publik, namun juga terpotongnya sumber dana. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai AI Winter.

Meski begitu, di tahun 1980, suntikan dana kembali bermunculan, terutama dari Jepang.

Di era ini, salah satu bentuk AI bernama expert system mulai digunakan dalam berbagai proses bisnis.

Bisa dibilang, ditemukannya expert system merupakan awal kebangkitan AI.

Para peneliti menemukan bahwa pengetahuan atau data memiliki peran besar dalam pengembangan sistem yang intelijen dan kemudian menjadikannya sebagai fokus riset utama.

Berkat penelitian terus-menerus, pada tahun 1997, program pemain catur Deep Blue berhasil mengalahkan Garry Kasparov, juara bertahan catur tingkat dunia.

Ini menjadi momen bersejarah terhadap pengembangan AI.

Tahun 2000-2020: AI sebagai cabang ilmu, big data, dan deep learning

Memasuki era millennium, berbagai inovasi robot mulai muncul untuk publik.

Beberapa di antaranya adalah Furby, robot boneka untuk anak-anak.

Di sisi lain, muncul pula robot Kismet yang bisa menunjukkan berbagai macam ekspresi sederhana, serta ASIMO, robot humanoid termutakhir di waktu itu.

Kemajuan pesat di awal abad 21 ini tidak terlepas dari kemudahan akses terhadap big data.

Hal ini didukung pula oleh pengembangan prosesor berperforma tinggi yang mempercepat proses pembelajaran algoritma.

Kemajuan teknologi di era ini bukan hanya milik korporasi besar.

Pada tahun 2007, seorang data scientist bernama Fei Fei Li membangun image database bernama ImageNet sebagai bentuk dukungan pengembangan object recognition

Di era ini, AI sudah diakui sebagai cabang ilmu, dan mulai diaplikasikan dalam berbagai lini dan proses bisnis.

Termasuk pembuatan aplikasi artificial intelligence di industri perjalanan.

Keberhasilan proses ini tertera dalam hasil riset McKinsey tahun 2020, yang menunjukkan bahwa penggunaan AI berperan besar dalam peningkatan pendapatan dan pemotongan biaya produksi pada penggunanya[1].

Seperti apa AI di 2022 dan di masa mendatang?

Hype cycle artificial intelligence

Tren perkembangan AI terlihat sangat masif, sehingga bukan tidak mungkin tercipta inovasi baru hanya dalam waktu singkat.

Berdasarkan berbagai riset, peningkatan volume dan kapasitas penggunaan AI di berbagai perusahaan teknologi masih menjadi fokus utama.

Beberapa faktor penandanya adalah model bahasa AI akan semakin meningkat, sehingga AI akan bisa memproses interaksi manusia secara langsung maupun tersirat.

Hal ini akan membuat AI terlihat lebih ‘manusiawi’. Contoh populernya adalah ChatGPT.

Pengembangan Natural Language Processing (NLP) juga menjadi lebih akurat.

NLP memungkinkan AI untuk mengerti dan merespon kata-kata penggunanya dengan tepat.

Meningkatnya kemampuan Generative AI, yakni AI yang mampu memproduksi karya sendiri, misalnya berupa musik, tulisan, bahkan gambar.

Pengembangan produk immersive reality, yakni teknologi yang memungkinkan penggunanya untuk berada di realitas lain tanpa berada di sana.

Salah satu contohnya adalah Metaverse.

Sementara itu, bagaimana kira-kira prediksi tren AI di masa yang akan datang?

Sebagian besar aspek kehidupan akan saling terkoneksi

Di masa mendatang, sebagian besar aspek kehidupan akan saling terkoneksi.

Hal ini menimbulkan perubahan paradigma dalam skema asuransi, dari yang awalnya “mendeteksi dan memperbaiki” menjadi “memprediksi dan mencegah”.

Maraknya demokratisasi dan etika penggunaan AI

Diskusi mengenai demokratisasi dan etika penggunaan AI akan kembali marak.

Hal ini diprediksikan akan menimbulkan paradigma baru, yakni hybrid intelligence yang memadukan kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan.

Potensi AI governance

Adanya potensi pembentukan AI governance yang akan membantu proses pengambilan kebijakan.

Selain itu, AI governance juga bisa membantu meningkatkan keamanan dan memperkuat strategi negara.

Peningkatan pelayanan kesehatan

Berkembangnya teknologi kesehatan dapat membantu mempersingkat proses pemeriksaan di rumah sakit.

Di samping itu, sistem otomasi dapat mempersingkat proses administrasi.

Dengan adanya kombinasi kedua faktor ini, akan ada peningkatan pelayanan kesehatan hingga 25%.

Software terbaik untuk mempelajari AI

Nah, apakah kamu tertarik mepelajari AI lebih dalam? Pacmann punya rekomendasi untuk kamu yang ingin menambah ilmu di bidang AI atau machine learning.

Google Cloud Machine Learning Engine

Software satu ini akan membantu kamu membangun model AI kamu dari tahap training, analisis, dan tuning.

Azure Machine Learning Studio

Software ini menyebarkan model kamu dalam bentuk web.

Cara penggunaannya pun mudah, hanya perlu drag and drop sehingga cocok untuk pemula.

TensorFlow

Tools gratis ini cocok untuk pemula maupun profesional.

Tools ini kerap digunakan sebagai sumber riset ataupun produksi.

H2O.AI

Keunggulan software ini adalah sangat sesuai untuk proses perbankan, kesehatan, telekomunikasi, atau asuransi.

Tools ini sudah memiliki fitur AutoML dan bisa support berbagai algoritma.

Cortana

Software yang sangat fleksibel dan bisa digunakan di berbagai macam OS.

Tools ini bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, sehingga penggunaannya pun praktis.


Artificial intelligence (AI) masih akan mengalami perkembangan yang masif.

Jadi, jangan sampai ketinggalan dan mari pelajari AI lebih dalam di Pacmann.

Further reading:

Artificial Intelligence

The Year in AI

10 Best AI Software