Blog Strategic Planning: Definisi, Tujuan, dan Manfaat

Strategic Planning: Definisi, Tujuan, dan Manfaat

Patih Rizal September 6, 2022 7 min read

Sebuah usaha atau bisnis tentunya membutuhkan arahan dan tujuan yang jelas dalam pengerjaannya. Salah satu cara untuk membentuk arahan ini adalah dengan melakukan strategic planning.

Pada tulisan ini akan dibahas secara lengkap tentang proses strategic planning, termasuk definisi, tujuan, manfaat, dan perbedaannya dengan planning biasa.

Apa itu strategic planning?

Strategic planning adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mengartikulasikan strategi dan visi perusahaan, termasuk membuat daftar rencana atau langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan. Proses ini akan membantu perusahan dalam menjalankan strategi dan mencapai visi yang telah ditetapkan.

Roger Martin, Professor Emeritus University of Toronto, menyatakan bahwa strategic planning pada dasarnya adalah “planning” atau rencana dan bukan “strategy”.

Strategic plan biasanya dibentuk oleh para strategic leader perusahaan dan dituangkan dalam sebuah dokumen atau media yang dapat dengan mudah dibaca dan dipahami oleh tim dari perusahaan tersebut.

Pada umumnya, strategic plan merepresentasikan tujuan perusahaan dalam jangka waktu tertentu, bisa dalam 5 tahunan atau 10 tahunan, bahkan bisa lebih lama.

Strategic plan bisa saja berubah tergantung strategi yang ditetapkan. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh perubahan cara berbisnis, perkembangan industri, hukum-hukum, dan peraturan yang berlaku di masa mendatang.

Kenapa strategic planning penting dilakukan?

Strategic planning membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Akan sulit untuk mencapai suatu tujuan jika tidak ada arahan dan daftar hal apa saja yang akan dilakukan secara jelas, termasuk ke mana perusahaan akan bergerak.

Apa bedanya dengan planning biasa?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, strategic planning adalah proses untuk menjalankan strategi, sedangkan planning hanyalah perencanaan biasa yang lazim dilakukan sehari-hari, seperti membuat to-do list, daftar tugas atau pekerjaan yang akan dilakukan, dll.

Jika kamu pernah mendengar istilah business plan atau rencana bisnis, hal ini sedikit berbeda dengan strategic plan.

Business plan adalah salah satu jenis planning yang dibuat pada awal pembentukkan perusahaan.

Business plan mendeskripsikan hal-hal yang harus dilakukan pada kondisi bisnis atau project yang sedang berlangsung, sedangkan strategic plan adalah bagian dari menjalankan strategi, yang mana berfokus pada masa yang akan datang.

Pada saat pembentukan perusahaan, dibutuhkan guidance tentang jumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai, siapa saja yang terlibat, siapa yang memegang keputusan, tujuan pembuatan perushaan, model bisnis, dan faktor-faktor lainnya untuk menunjang kesuksesan perusahaan tersebut.

Kemudian, jenis planning lain adalah operational plan. Operational plan dibuat untuk menentukan tujuan dan memberikan arah kepada suatu tim atau departemen dalam perusahaan agar dapat mencapai goals selama rentang waktu atau operasional tertentu.

Tujuan dan manfaat membuat strategic planning

Naik turunnya sebuah bisnis mengakibatkan perusahaan mengadaptasi strategi yang bersifat reaktif ketimbang strategi yang bersifat proaktif.

Namun demikian, strategi reaktif biasanya hanya layak digunakan untuk jangka pendek, walaupun resource dan waktu yang dibutuhkan cukup banyak.

Dengan adanya strategic planning, perusahaan akan lebih siap untuk menghadapi isu-isu terhangat secara proaktif ketimbang merespon situasi yang ada secara reaktif.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari strategic planning:

Membantu merumuskan strategi dengan pendekatan logis dan sistematis

Hal ini biasanya menjadi keuntungan utama dari strategic planning.

Beberapa studi menjelaskan bahwa proses strategic planning sendiri akan memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan performa perusahaan secara keseluruhan.

Meningkatkan komunikasi antara pemilik perusahaan dan karyawan

Komunikasi memiliki peran penting dalam kesuksesan proses strategic planning.

Dimulai dari partisipasi dan obrolan antara atasan dan bawahan yang sama-sama memiliki komitmen untuk mencapai tujuan dari perusahaan. Sehingga mereka mengetahui apa yang sebenarnya perusahaan lakukan dan alasan dibaliknya.

Mereka juga akan lebih siap dan paham antara performa yang mereka berikan dengan kesuksesan perusahaan hingga kompensasi yang ditawarkan perusahaan jika tujuan perusahaan tercapai.

Hasilnya, atasan dan bawahan akan menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam pekerjaan mereka, yang tentunya akan mendorong pertumbuhan perusahaan lebih dari sebelumnya.

Memberdayakan setiap individu yang bekerja di perusahaan

Dengan meningkatnya komunikasi antar seluruh karyawan maka dengan sendirinya akan meningkatkan efektifitas pekerjaan yang dilakukan karyawan dan kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Untuk alasan ini, penting bagi perusahaan untuk mendesentralisasikan proses strategic planning hingga ke level manager dan staff.

Bagaimana proses membuat strategic plan?

Setelah mengetahui tujuan dan manfaat dari strategic planning, penting untuk kamu mengetahui bagaimana proses dalam membuat strategic planning itu sendiri.

Berikut ada beberapa cara yang dapat kamu terapkan untuk mulai membuat strategic planning:

Mengidentifikasi kondisi perusahaan saat ini

Strategic planning dimulai dengan menentukan pada posisi apa strategi bisnis saat ini. Stakeholders menggunakan strategi yang sudah ada untuk melakukan asesmen terhadap bisnis dan lingkup sekitarnya.

Asesmen sendiri dapat menggunakan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) untuk lebih memahami kondisi perusahaan di masa kini dan di kemudian hari.

Menentukan prioritas

Kebanyakan planning dibuat menggunakan SMART Criteria (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time Bound).

Objektif yang selaras dengan misi dan tujuan perusahaan memungkinkan perusahaan untuk mencapai target yang telah dibuatnya.

Tujuan perusahaan yang dapat diukur akan menjadi salah satu tolak ukur bagaimana keberjalanan perusahaan tersebut saat ini.

Para stakeholders dapat melihat performance perusahaan masih dalam kategori sehat atau tidak, bisa juga melihat apakah yang dikerjakan perusahaan saat ini masih berada di dalam barrier tujuan perusahaan yang dibuat sebelumnya atau sudah melenceng dari tujuan perusahaan.

Tentunya akan sangat mungkin terdapat beberapa tujuan dalam satu waktu, sehingga menentukan prioritas akan planning mana yang paling penting, paling relevan dan mendesak harus dilakukan.

Tujuan-tujuan yang terbentuk tentunya telah mengkonsiderasi sumberdaya yang dimiliki, seperti keuangan dan sumber daya manusia, serta tujuan-tujuan tersebut juga melibatkan sebuah timeline pengerjaan yang akan dipantau oleh KPI untuk melihat sejauh mana progres dari suatu tujuan saat ini.

Sebagai contoh adalah Tesla yang berusaha meningkatkan sales sebanyak 30% setiap tahunnya untuk bisa menjadi perusahaan renewable energy terbesar di dunia sebagai tujuan mereka.

Membangun development process

Proses pengembangan menjadi dorongan utama agar stakeholders saling bekerja sama dalam merumuskan langkah-langkah atau taktik yang dibutuhkan untuk mencapai objektif perusahaan.

Proses pengembangan juga melibatkan pembuatan beberapa taktik bisnis jangka pendek yang tujuan akhirnya adalah mencapai strategi yang lebih besar.

Stakeholders akan terlibat dalam planning pengembangan menggunakan beberapa tools seperti strategy map untuk memvisualisasi dan mengulik plan yang telah dibuat.

Proses pengembangan tentunya akan melibatkan cost dan opportunity tradeoffs.

Pengambil keputusan dapat menolak beberapa inisiatif yang tidak sejalan ataupun tidak mensupport strategi jangka panjang.

Pada case Tesla, Tesla dapat melakukan akuisisi lahan-lahan kosong yang mereka rasa akan cocok digunakan untuk pembangunan electric charging station.

Implementasi

Setelah strategic planning dikembangkan, inilah saatnya untuk mengimplementasikannya.

Tentunya tahap ini membutuhkan komunikasi yang jelas antara semua orang di perusahaan dalam menentukan siapa yang bertanggung jawab atas suatu hal, mengatur ulang kebijakan perusahaan, membuat suatu tolak ukur dan laporannya.

Tahap implementasi ini biasanya melibatkan pihak manajemen untuk melakukan review agar memastikan plan yang dibuat tetap dalam jalur.

Evaluasi dan update

Strategic planning membantu stakeholders dalam mengevaluasi kinerja perusahaan secara periodik.

Evaluasi dilakukan untuk melihat keselarasan plan yang telah dibuat dengan kondisi saat ini.

Hasil dari evaluasi dapat berupa sebuah revisi yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan perusahaan untuk menghadapi perubahan yang sedang terjadi.

Stakeholders bisa menggunakan balanced scorecards untuk menilai performa perusahaan terhadap tujuan perusahaan.

Sebagai contoh adalah adanya peraturan untuk membangun pabrik baterai di Indonesia yang berdampak langsung kepada supply baterai untuk Tesla, sehingga dibutuhkan perubahan strategi dalam pengembangan pasar mobil listrik di Indonesia.

Belajar Strategic Planning

Demikian penjelasan tentang strategic planning. Untuk membantu kamu belajar lebih dalam tentang strategy, planning, dan strategic planning, Pacmann hadir dengan Business Intelligence and Growth Hacking di bawah Sekolah Bisnis Pacmann.

Spesifik di Growth Strategy dan Sales and Leads Generation Strategy, dua modul ini akan membahas tentang strategy dan planning serta aplikasinya dalam bisnis.

Kunjungi halaman Sekolah Bisnis Pacmann, #SeekMastery dan belajar mendalam bersama Pacmann.

Additional Resources

Corporate Finance Institute®’s guide to Strategic Planning