Blog Data Finansial untuk Pengambilan Keputusan Bisnis

Data Finansial untuk Pengambilan Keputusan Bisnis

Alivia Rayneta Yuniar Mei 31, 2022 10 min read

Kesalahan mengambil langkah bisnis tidak hanya berisiko pada kerugian materiil, tetapi juga akan berdampak negatif pada operasional bisnis secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pengambilan keputusan bisnis tidak boleh dilakukan sembarangan, diperlukan informasi objektif dan realistis yang bisa mewakili kondisi perusahaan.

Semakin mapan informasi yang terkumpul, perusahaan bisa semakin mantap menentukan langkah mana yang harus ditempuh untuk mencapai kelancaran operasional dan keuntungan bisnis yang maksimal.

Informasi yang relevan, kredibel, dan bebas dari subjektivisme dapat mempengaruhi ketepatan pengambilan keputusan, dan sebagian besar informasi ini diperoleh dari data dan laporan finansial perusahaan.

Lalu, bagaimana cara perusahaan memanfaatkan data finansial untuk mendukung keputusan bisnis mereka?

Simak pengaruh data finansial terhadap pengambilan keputusan, hingga cara perusahaan memanfaatkan data finansialnya untuk keputusan bisnis pada artikel berikut.

Konsep Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis

Pengambilan keputusan selalu masuk sebagai rangkaian praktik bisnis, yaitu proses untuk mengevaluasi dan memilih tindakan.

Proses ini berlangsung setelah agenda dan tujuan sudah ditetapkan, sebagai bentuk rentetan pertimbangan tentang langkah yang harus dilakukan untuk mencapai agenda dan tujuan yang ada.

jenis-jenis keputusan bisnis

Pada umumnya, pengambilan keputusan terjadi pada tiga tingkat bisnis yang ditujukan dalam cakupan waktu praktik bisnis yang berbeda.

Strategic Decisions

Keputusan dibuat oleh senior manager untuk agenda praktik yang cenderung kompleks dengan dampak jangka panjang, mulai dari perancangan lini bisnis, hingga akuisisi perusahaan dan aset.

Tactical Decisions

Melibatkan middle manager untuk membuat keputusan yang bersifat taktis, seperti peluncuran produk baru, perencanaan go-to-market, dan peluang-peluang lain untuk keuntungan jangka menengah dan pendek.

Operational Decisions

Mencakup keputusan sederhana dan rutin yang bisa dieksekusi langsung atau day-to-day dalam operasional bisnis, misalnya pelibatan junior manager dalam penetapan harga, persediaan, atau penawaran diskon pada produk.

Pengambil keputusan harus memilah berbagai alternatif yang ada dan pada proses inilah efektivitas pengambilan keputusan sangat dibutuhkan, karena faktanya, proses pengambilan keputusan yang efektif dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Maka dari itu, proses pengambilan keputusan membutuhkan seorang manajer dengan pengetahuan dan keterampilan kuat dalam membuat keputusan yang transparan dan berbasis fakta, serta memastikan bahwa keputusan tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

Pelajari lebih lanjut optimalisasi pengambilan keputusan bisnis dengan bergabung di Program Non-Degree MBA in Tech dari Pacmann.

Pentingnya Data Finansial dalam Proses Bisnis

Data finansial masuk sebagai salah satu komponen penting praktik bisnis dengan fungsi utamanya sebagai pengontrol, yaitu menyajikan kondisi keuangan yang bisa digunakan sebagai standardisasi kinerja bisnis dan acuan pengambilan keputusan bisnis berbasis fakta.

Data-data finansial biasanya dikumpulkan dan dimuat dalam bentuk laporan finansial untuk selanjutnya digunakan oleh analis, manajer, investor, atau stakeholder lainnya dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Dalam proses bisnis, laporan finansial biasanya dibuat dan diterbitkan dalam bentuk laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Namun, tidak sedikit juga perusahaan yang membuat laporan finansial dengan topik tertentu, dengan mencantumkan data-data yang relevan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Data dan laporan finansial dapat dimanfaatkan untuk beberapa keputusan.

Keputusan Investasi

Data finansial dapat digunakan investor untuk menilai dan memutuskan penanaman modal pada suatu perusahaan. Selain itu, data ini juga memungkinkan mereka untuk menetapkan target harga saham yang sesuai dengan histori kondisi keuangan perusahaan tersebut.

Keputusan Kredit

Kreditur bisa memanfaatkan uraian aset dan utang jangka pendek, menengah, dan panjang, untuk memutuskan kelayakan pengajuan kredit bagi suatu perusahaan.

Tata Kelola Perusahaan

Fungsi praktis data dan laporan finansial paling banyak digunakan untuk pengambilan keputusan internal perusahaan.

Penggunaannya pun beragam sesuai dengan agenda pengambilan keputusan yang dibutuhkan, misalnya untuk merancang anggaran, memantau kinerja produk, memahami persepsi publik, dan strategi-strategi lainnya.

Bukan perkara mudah bagi perusahaan untuk konsisten mengumpulkan data finansial yang akurat, objektif, dan relevan untuk diterapkan langsung ke dalam agenda bisnis.

Survei McKinsey menunjukkan hasil yang cukup memprihatinkan, di mana hanya 20% bisnis yang mengklaim bahwa organisasinya telah melaksanakan proses pengambilan keputusan dengan baik.

Sisanya mengaku kesulitan untuk mengambil keputusan bisnis karena kekurangan data, khususnya data finansial terkini, yang relevan dan akurat.

Melihat realitas pentingnya data dan laporan finansial, keputusan bisnis yang diambil perlu memperhatikan tidak hanya informasi dan status quo, tetapi juga memfokuskan pentingnya data kredibel yang bisa mendorong pengambilan keputusan yang tepat.

Bagaimana Data Finansial Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Bisnis?

Kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan erat kaitannya dengan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Dalam mencapai hal tersebut, perusahaan bisa mengandalkan data finansial yang ada, untuk menyusun rancangan cerdas tentang kepastian arus keuangan perusahaan, hingga menentukan keputusan yang tepat seputar alokasi modal dan operasional perusahaan.

Ada tiga jenis laporan finansial utama yang dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan bisnis.

Neraca Keuangan

Neraca keuangan memuat gambaran kondisi keuangan bisnis secara keseluruhan, tepatnya dengan melakukan perbandingan aset dan kewajiban, serta keuntungan bersih bisnis.

Pemasukan modal tidak mewakili pendapatan bisnis seutuhnya, dan neraca dapat membantu perusahaan menemukan realitas itu dalam mengatur keuangan mereka. Dari sini, neraca dapat mempengaruhi keputusan terkait investasi dan kemampuan perusahaan untuk mengajukan kredit.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi memuat seluruh sumber pendapatan perusahaan dan mengidentifikasi pengeluaran perusahaan di berbagai kategori.

Laporan ini memberikan pengaruh signifikan pada keputusan bisnis karena memaparkan semua hal yang berkaitan dengan profitabilitas perusahaan.

Pendataan pendapatan dan pengeluaran bisa digunakan sebagai bahan evaluasi proporsi kinerja perusahaan, agar tercipta arus keuangan yang seimbang.

Proyeksi Arus Kas

Laporan proyeksi arus kas memuat prediksi banyaknya keuntungan finansial yang akan masuk dan keluar di beberapa tahun kedepan.

Dari proyeksi ini, perusahaan dapat mengambil keputusan finansial untuk mengamankan dana yang akan dibutuhkan sekaligus mengurangi risiko-risiko dalam arus kas yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.

Cara Menggunakan Data Finansial dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Secara garis besar, data-data yang dimuat dalam laporan finansial dapat mempengaruhi bagaimana perusahaan menetapkan keputusan bisnis.

Angka-angka dalam laporan finansial memungkinkan perusahaan untuk melakukan perencanaan dan antisipasi terhadap kemungkinan kendala keuangan di masa mendatang.

Untuk meningkatkan efektivitas penggunaanya dalam pengambilan keputusan bisnis, seorang manajer dapat menerapkan lima strategi berikut.

Pelajari Pola Arus Keuangan Perusahaan

Dalam mengambil keputusan bisnis, seorang manajer perlu memiliki pengetahuan komprehensif tentang kondisi keuangan perusahaan, baik itu kinerja keuangan di masa lalu, masa kini, dan proyeksinya di masa mendatang.

Anda dapat melakukan pemantauan terhadap Key Performance Indicator (KPI) keuangan dan tiap indikator kinerja yang ada di dalamnya, seperti gross profit margin, return on equity, dan modal kerja.

Bekal pengetahuan ini bisa membantu Anda untuk memahami betul kesehatan keuangan perusahaan, serta bagaimana kontribusi tim untuk mencapai tujuan strategis yang dirancang.

Program Non-Degree MBA in Tech dari Pacmann dapat membantu Anda mempelajari dasar-dasar pemahaman bahasa akuntansi keuangan, mulai dari struktur dan tata bahasa, definisi, hingga penggunaannya dalam lingkungan bisnis.

Pelajari Cara Melakukan Anggaran

Kemampuan menyusun penganggaran adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai semua manajer dan para pengambil keputusan, karena penganggaran penting untuk memastikan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Selama proses penganggaran berlangsung, Anda dapat menelusuri pengeluaran perusahaan secara terperinci dan mengatur strategi keputusan yang tepat berdasarkan realitas keuangan perusahaan.

Lakukan Analisis Laporan Finansial

Laporan finansial tidak hanya perlu dibaca, namun juga perlu dilakukan penafsiran dan analisis untuk mencapai keputusan bisnis yang tepat.

Pengambil keputusan perlu memahami segala bentuk angka yang ada dalam laporan finansial, meninjau arus keuangan yang tertera, dan mengukur kaitannya dengan kinerja yang diharapkan atau ditargetkan.

Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann menyediakan set pembelajaran analisis, interpretasi, dan penilaian laporan finansial aktual (bulanan, triwulanan, dan tahunan). Dengan kemampuan ini, Anda bisa mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif dan memberikan keputusan secara lebih akurat.

Ukur Proyeksi Dampak Finansial tiap Agenda

Pengambilan keputusan berbasis analisis data memungkinkan Anda untuk membidik keputusan dengan lebih tepat.

Untuk mengimplementasikan agenda atau proyek secara efektif, Anda setidaknya perlu memprediksi agenda mana yang layak dan mampu dijalankan.

Mengukur proyeksi dampak finansial dapat dilakukan misalnya dengan menghitung Return on Investment (ROI) dan analisis cost-benefit untuk melihat berapa banyak keuntungan yang mungkin dihasilkan dan berapa sumber daya yang perlu ditingkatkan.

Libatkan Tim di tiap Pengambilan Keputusan

Pelibatan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan adalah langkah penting yang harus dilakukan.

Dengan cara ini, Anda bisa melakukan identifikasi dan diskusi mendalam untuk merangsang pemecahan masalah yang lebih tepat sasaran.

Tiap anggota memiliki pengetahuan pada detail-detail tertentu yang bisa menjawab bagaimana masalah dapat dipecahkan dan memetakan langkah apa yang harus dilakukan kedepannya.

Strategi ini akhirnya bisa mendorong proses pengambilan keputusan yang tentunya lebih efektif dengan hasil yang lebih akurat.

Kesalahan dalam Penggunaan Data Finansial untuk Pengambilan Keputusan Bisnis

Dalam proses mengambil keputusan bisnis, banyak ditemukan kesalahan penggunaan data finansial yang bisa berpengaruh pada implementasi bisnis yang kurang optimal.

Seperti pada tahun 2018, Audit Analytics menemukan setidaknya terdapat 65 perusahaan–termasuk perusahaan besar seperti Camping World Holdings dan Seneca Foods–yang melakukan kesalahan cukup serius dalam penggunaan laporan finansialnya sehingga menyebabkan beberapa kerugianan finansial dan penurunan produktivitas.

Data finansial yang bermanfaat harus mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya.

Sayangnya, laporan finansial yang ada seringkali dibuat dengan mencampurkan penilaian subjektif dan menjadi sasaran empuk manipulasi data untuk memudahkan operasional bisnis jangka pendek.

Banyak sekali celah yang menyebabkan laporan finansial bukan lagi menjadi ‘peta’ yang memudahkan arah pengambilan keputusan, melainkan menjadi ‘labirin’ yang menyesatkan arah.

Kekeliruan dalam laporan finansial dan praktik penggunaannya bisa berujung pada pertimbangan pengambilan keputusan tidak menyasar pada penyelesaian masalah.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas seorang pengambil keputusan untuk tidak hanya memahami secara utuh pemanfaatan data dan laporan finansial, tetapi juga bertanggungjawab untuk mempertimbangkan kepentingan dampak pada kinerja perusahaan di masa depan.

Optimalisasi Pengambilan Keputusan Bisnis di Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann

Pemanfaatan laporan finansial yang efektif telah terbukti bisa mendorong pengambilan keputusan yang tepat sasaran, dan tentunya mempengaruhi kelancaran kinerja bisnis.

Di sini, manajer memainkan peran kunci dalam pengambilan keputusan yang akurat.

Menghadapi perkembangan bisnis yang melaju pesat, mendorong seorang manajer untuk memahami betul kerangka kerja mereka dalam mengambil keputusan yang lebih baik.

Dalam kurikulumnya yang bertajuk “Finance for Decision Making”, Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann memberikan set pembelajaran kolaboratif seputar laporan keuangan, pelaporan keuangan, hingga proses melakukan analisis, interpretasi, dan penilaian laporan keuangan untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik.

Tidak hanya itu, Pacmann juga membantu mendorong pemenuhan kompetensi lainnya yang relevan diterapkan di tech industry dan non-tech industry, seperti interpersonal and communication, business fundamentals, management skill, research skill, business strategies, serta leadership.

Implementasikan praktik paling optimal pengambilan keputusan bisnis dengan mendaftar di Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann.

Further reading:

Decision making in the age of urgency

Data-Driven Finance to Enhance Business Performance

Where Financial Reporting Still Falls Short

5 Ways Managers Can Use Finance to Make Better Decisions