Blog Cara Menyampaikan Hasil Analisis secara Tepat

Cara Menyampaikan Hasil Analisis secara Tepat

Sarah Juliandiny Juni 18, 2022 7 min read

Perusahaan-perusahaan kecil yang tengah berkembang hingga perusahaan besar menghabiskan cukup banyak waktu dan biaya untuk mengumpulkan serta menganalisis data untuk mendapatkan informasi dan wawasan (insight) menarik terkait pelanggan maupun kompetitor mereka.

Namun, tentunya segala upaya akan sia-sia jika hasil analisis data itu tidak terkomunikasian secara efektif kepada para stakeholders. Mengapa?

Supaya stakeholders terkait dapat memahami data serta memanfaatkan insight tersebut dengan benar untuk memajukan perusahaan serta membantu keputusan bisnis ke depannya.

Lalu bagaimana Anda dapat memastikan bahwa para stakeholders mendapatkan insight yang tepat serta mengimplementasikannya pada tugas-tugas mereka?

Di sinilah letak krusial dari seni mengomunikasikan hasil analisis adta kepada stakeholders secara efektif.

Mengapa krusial? Proyek berpotensi gagal akibat komunikasi yang buruk di antara stakeholders.

Pada artikel ini kami telah menyusun beberapa poin penting–berdasarkan buku The Presentation Secrets of Steve Jobs karya Carmine Gallo–yang dapat membantu Anda dalam mengomunikasikan hasil analisa terbaik berbasis data kepada stakeholders.

1. Mulai dengan pesan utama dari hasil analisis data

Anda dapat memulai komunikasi dengan menyampaikan pesan utama dari apa yang telah Anda serap berdasarkan hasil analisis data.

Hindari membuka komunikasi dengan data, idealnya berikan gagasan utama Anda agar para stakeholders memahami tujuan komunikasi ke depannya.

Contohnya, “Kita perlu meluncurkan fitur baru yang dapat menarik pengguna untuk tetap setia menggunakan aplikasi kita. Berikut saya tunjukkan alasannya.”

Hal ini dapat membantu para stakeholders memahami konteks komunikasi ke depannya, yaitu analisa terkait pengembangan fitur aplikasi untuk membuat pengguna setia tetap menggunakan aplikasi tersebut.

Setelah para stakeholders mengerti konteks utama dari pesan yang ingin Anda sampaikan, akan lebih mudah bagi Anda menyatukan ide dan pandangan ke depannya.

Hal ini sangat berpengaruh untuk menghasilkan komunikasi yang efektif.

2. Visualisasikan hasil analisis data

Berbicara tentang menyampaikan hasil analisa yang efektif, maka sejalan dengan pentingnya menyajikan data menarik.

Setelah Anda menyatukan persepsi dengan menyampaikan gagasan utama, maka lanjutkan dengan data yang mendukung pesan utama Anda sebelumnya.

Contohnya, Anda dapat menyajikan hasil analisis data terkait persentase lamanya seorang user menggunakan aplikasi Anda dibandingkan dengan lama user tersebut menggunakan aplikasi kompetitor Anda.

Data dapat membuat stakeholders semakin tertarik mendengarkan pesan yang Anda sampaikan.

Namun, menyuguhkan terlalu banyak data kepada stakeholders mungkin tidak akan menghasilkan komunikasi efektif.

Lalu, bagaimana jika data itu Anda ubah menjadi hal yang menarik dan dapat dengan mudah mereka pahami? Visualisasi data solusinya.

Melalui visualisasi data seperti infografis, diagram dan bagan, Anda dapat membuat para stakeholders mudah mencerna dan menafsirkan poin yang ingin Anda sampaikan.

Berikut ini artikel memilih teknik visualisasi data yang tepat untuk Anda jadikan referensi.

 

3. Sajikan insight menarik dari hasil analisis data

Anda memiliki waktu yang terbatas untuk dapat menarik perhatian stakeholders dalam menyampaikan informasi.

Dengan waktu yang terbatas itu, apa yang dapat Anda sampaikan? Tentu Anda hanya perlu menyampaikan apa yang perlu mereka ketahui.

Maka dari itu, sajikan insight menarik agar stakeholders merasa tetap terhubung dalam komunikasi ini.

Dari visualisasi data yang Anda sajikan, suguhkan fakta-fakta menarik seperti “Alasan Teratas User Nyaman Menggunakan Aplikasi Kita”, “Fitur-fitur Paling User Sukai dari Aplikasi Kompetitor”, serta insight menarik lainnya.

Insight itu akan melahirkan pandangan serta ide yang dapat membantu menciptakan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan hasil analisis data kepada stakeholders.

4. Gunakan Rule of 3

Apakah Anda pernah mendengar Rule of 3? Aturan ini merupakan prinsip klasik yang salah satunya sering Steve Jobs gunakan.

Pada tahun 2011, misalnya, ia menggambarkan iPad 2 dengan jargon “thinner, lighter, and faster” daripada iPad generasi pertama.

Kata-kata ini sangat efektif menyihir para audiens daripada menjelaskan “20 hal yang membuat iPad 2 unggul dari yang sebelumnya.”

Prinsip Rule of 3 ini dapat Anda terapkan dalam menyampaikan hasil analisis kepada stakeholders untuk menciptakan komunikasi yang efektif.

Contohnya, ketika Anda ingin membahas peluncuran fitur baru, Anda dapat menyampaikan tiga poin utama dari fitur itu seperti “simple, one-click, customer-centric”. 

Dari 3 poin utama tersebut, para stakeholders akan dengan mudah menangkap bahwa fitur baru yang akan Anda rilis mengutamakan kesederhanaan, kemudahan, dan memprioritaskan pelanggan.

5. Ulangi pesan utama

Penting untuk mempertegas gagasan Anda sebelum menutup komunikasi untuk me-recall ingatan para stakeholders dan mempertimbangkan fakta dan data yang telah Anda sampaikan.

Setelah Anda berhasil menyampaikan gagasan, data pendukung, insight menarik, serta tiga poin utama dari hasil analisis data, Anda dapat menegaskan kembali pesan utama.

Jika cerita yang Anda berikan tersampaikan dengan baik, argumentatif, memiliki bukti yang kredibel, serta asumsi yang masuk akal, itu akan menghasilkan ide yang kuat bahwa komunikasi tersebut bermanfaat.

Seni mengomunikasikan hasil analisis kepada stakeholders secara efektif sangat penting salah satunya untuk pertumbuhan bisnis.

Para stakeholders tidak dapat mengintegrasikan wawasan ke dalam pekerjaan mereka dan meningkatkan produktivitas jika tidak dapat mengomunikasikan hasil analisis dengan baik.

Menyampaikan hasil analisis melalui visualisasi data, pencarian insight menarik, serta aspek lainnya berperan penting dalam menumbuhkan komunikasi efektif kepada para stakeholders.

Demikian cara menyampaikan hasil analisis data secara tepat, baca juga tips olah data untuk perkembangan bisnis, atau kunjungi halaman artikel data Pacmann untuk lebih banyak insight tentang industri data.