Blog Cara Meningkatkan Labor Productivity dengan HRM

Cara Meningkatkan Labor Productivity dengan HRM

Alivia Rayneta Yuniar Mei 13, 2022 9 min read

Strategi bisnis dengan fokus pengelolaan sumber daya manusia dapat membawa dampak produktivitas dalam jangka panjang.

Namun, melihat dampak pengelolaan sumber daya manusia yang bersifat tidak instan, banyak manajer cenderung kurang yakin untuk menjadikan optimalisasi sumber daya manusia sebagai agenda penting bisnis.

SDM (Sumber Daya Manusia) adalah aset terbesar organisasi.

Namun, apakah mereka sudah siap merancang strategi pemeliharaan keterampilan karyawannya? Membangun komitmen di antara tim? Serta menempatkan produktivitas sebagai strategi keberlanjutan bisnis mereka?

Dengan membedah secara komprehensif tentang human resource management dan labor productivity, artikel ini menempatkan pengelolaan sumber daya manusia sebagai strategi penting yang perlu dibangun untuk mencapai produktivitas bisnis dan tenaga kerja.

Apa itu Labor Productivity?

Labor productivity adalah metriks yang menunjukkan efisiensi bisnis dan diukur dengan menghitung hasil dari total output dibagi total input perusahaan.

Contohnya, jika total output suatu perusahaan adalah 1 Miliar rupiah per bulan dan total input-nya adalah 160 jam kerja per bulan.

Berarti, perusahaan tersebut menghasilkan Rp6.250.000 per jam.

Selain dari jam kerja, labor productivity juga bisa dihitung dengan nilai input berupa jumlah karyawan atau gabungan dari variabel-variabel lainnya.

Labor productivity juga dapat tercermin dengan melihat kinerja, motivasi, dan inovasi pekerja sehari-hari.

Labor productivity merupakan salah satu pengukur efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi.

Peningkatan labor productivity berjalan linear dengan peningkatan efisiensi bisnis dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, hal yang paling mempengaruhi labor productivity adalah bagaimana tenaga kerja dapat dipekerjakan dan dipertahankan seoptimal mungkin–menghindari employee churn.

Kemudian, human resource management masuk sebagai agenda lanjutan yang perlu didalami.

Apa itu Human Resource Management?

Human Resource Management (HRM) adalah strategi pemanfaatan sumber daya manusia sebagai peluang baru pencapaian tujuan bisnis.

Tujuan mendasar dari HR management adalah untuk memastikan organisasi dapat mencapai efektivitas, efisiensi, dan kesuksesan dengan sumber daya manusia yang dimiliki.

Tenaga kerja dengan kinerja dan motivasi tinggi adalah faktor utama kelancaran proses bisnis.

Human resource management yang efektif mampu mendorong organisasi untuk mempekerjakan dan mempertahankan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi pekerjanya sehingga produktivitas dapat terjaga.

Tantangan Membangun Efektivitas Human Resource Management

Human resource manager menghadapi tantangan yang penting untuk diselesaikan dalam mengelola SDM yaitu bagaimana cara membangun dan meningkatkan kinerja serta motivasi tenaga kerja di tengah perubahan strategi, teknologi, dan proses bisnis.

Tentu hal ini memerlukan perencanaan yang lebih bijak, terutama dalam membangun fungsi produktivitas.

Pada beberapa tahun terakhir, sebagian besar perusahaan menghadapi penurunan kinerja akibat kurangnya perhatian pada pengelolaan sumber daya manusia.

Penurunan kinerja kian memburuk sejak pandemi melanda.

Hal ini ditandai dari hasil riset “COVID-19 and Employee Burnout” yang menunjukkan terjadinya penurunan produktivitas, keterlibatan, dan motivasi positif terhadap pekerjaan dan karier tenaga kerja.

Terlebih lagi saat artikel ini dipublikasikan, terjadi hiring freeze pada beberapa perusahaan teknologi besar di Amerika–termasuk Meta dan Twitter.

Presentasi Riset Pengaruh Pandemi terhadap Kepuasan Karir di Amaerika

Berbeda dengan aspek bisnis lainnya, perusahaan tidak dapat memberhentikan seluruh tenaga kerja dan membangun sistem kerja dari awal lagi.

Hal ini cukup mustahil, sehingga langkah yang dapat dilakukan adalah mengelola tenaga kerja yang ada dan merekrut tenaga kerja baru seefektif mungkin untuk mencapai transformasi tenaga kerja yang kompetitif di masa disrupsi digital ini.

Tantangan seperti kompetisi, masalah teknologi, dan penyesuaian sistem kerja, bisa mengarah pada penurunan kinerja dan berefek pada produk.

Pada dasarnya, ketidakpastian pengelolaan sumber daya manusia menjadi hal utama untuk dibenahi.

Pentingnya Human Resource Management dalam Organisasi

Salah satu kesalahpahaman besar yang sering terjadi pada organisasi adalah percaya bahwa sumber daya manusia adalah aset, namun meremehkan pentingnya human resource management.

Human resource management adalah elemen yang tidak hanya membawa peningkatan dari sisi tenaga kerja, tetapi juga pada produktivitas bisnis secara lebih menyeluruh.

Organisasi harus unggul untuk dapat bersaing di pasar yang sangat kompetitif saat ini.

Sumber-sumber keunggulan, seperti modal, kecepatan produksi dan adaptasi, inovasi, serta penguasaan teknologi, tidak lepas dari peran fundamental tenaga kerja.

Survei McKinsey menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan yang tinggi akan membawa keuntungan 21% lebih besar pada perusahaan.

Praktik manajemen dengan fokus pelibatan peran karyawan akan meningkatkan produktivitas.

Oleh karena itu, dalam human resource management, usaha pengembangan kinerja dan motivasi tenaga kerja dapat memberikan pengaruh positif pada iklim organisasi dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif.

Pengaruh Human Resource Management terhadap Labor Productivity

Pengelolaan iklim organisasi yang produktif erat hubungannya dengan optimalisasi kebijakan dan praktik human resource management.

Klaim pengaruh human resource management terhadap produktivitas tenaga kerja atau labor productivity sudah diangkat berbagai studi dengan hasil kausalitas positif. Contohnya pada:

Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa human resource management memberikan pengaruh yang signifikan terhadap labor productivity.

Upaya peningkatan labor productivity dalam iklim organisasi disusun dengan menitikberatkan fokus integrasi antara sistem, kebijakan, dan sumber daya manusia.

Human resource management memegang hampir seluruh fungsi tersebut untuk mengelola tenaga kerja dalam organisasi, karena pada dasarnya, perbaikan sistem dan prosedur saja belum cukup untuk memberi dampak positif pada produktivitas.

Maka dari itu, organisasi yang mengaplikasikan praktik manajemen operasional dengan human resource management menunjukkan produktivitas yang lebih baik dibandingkan organisasi yang hanya berkutat pada sistem produksi massal dan tradisional.

Praktik Human Resource Management dalam Mendorong Labor Productivity

Stone (2021) menyampaikan bahwa, human resource management adalah upaya pemeliharaan produktivitas untuk mencapai kepuasan karyawan dan tujuan strategis bisnis.

McKinsey juga menyatakan bahwa organisasi yang bisa mewujudkan komponen great leaders, great company, great job, dan great rewards dapat mendorong kepuasan tenaga kerja terhadap pekerjaan yang dilakukan dan perusahaan yang mereka tempati.

Infografis Riset dari McKinsey tentang Komponen yang Menentukan Kepuasan Karyawan

Untuk mencapai praktik human resource management yang mampu memenuhi kepuasan karyawan dengan efek positif terhadap labor productivity, organisasi dapat menelaah lebih lanjut setidaknya empat praktik penting human resource management berikut:

  1. Recruitment and Staffing
  2. Training and Development
  3. Compensation Management
  4. Performance Evaluation

Recruitment/Staffing

Pada proses memperoleh dan mempertahankan tenaga kerja dalam proporsi jumlah dan kualitas yang seimbang, strategi rekrutmen dan penempatan tenaga kerja yang ideal sangat dibutuhkan untuk memberikan dampak positif pada produktivitas organisasi.

Rekrutmen adalah proses penarikan calon tenaga kerja berdasarkan kemampuan dan personalitas yang dibutuhkan.

Proses ini mencakup kegiatan seleksi yang membutuhkan strategi dalam menentukan calon yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang paling relevan, baik untuk calon pekerja, maupun organisasi perekrut.

Selain itu, pelamar dengan prestasi dan komitmen tinggi juga punya ekspektasi pekerjaan dengan peluang self development dan contributon yang baik juga.

Oleh karena itu, proses menarik dan mempertahankan tenaga kerja produktif membutuhkan “kesesuaian” yang baik antara harapan calon pekerja terhadap lingkungan kerja mereka.

Program Non-Degree MBA in Tech dari Pacmann menyediakan course Human Resources: From Startup to Scaleup yang di dalamnya juga membahas mengenai recruitment strategy untuk membantu perancangan dan praktik perekrutan yang bisa mendorong kesesuaian dan produktivitas.

Training and Development

Praktik lanjutan yang juga masuk sebagai investasi penting organisasi adalah pengembangan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja.

Kegiatan training and development adalah fungsi pengelolaan sumber daya manusia yang secara formal dan sistematis diperlukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Manajer maupun organisasi perlu mengembangkan praktik training and development untuk mengubah sumber daya manusia menjadi modal bisnis.

Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann juga menyediakan course Human Resources: From Startup to Scaleup yang di dalamnya membahas topik talent development untuk mendesain kegiatan pengembangan tenaga kerja yang tepat sasaran.

Praktik yang tepat dapat mengoptimalkan peluang pengembangan skill dan kapabilitas karyawan, yang kemudian, dari waktu ke waktu, akan mendorong peningkatan keterlibatan dan kinerja bagi karyawan dan organisasi keseluruhan.

Compensation Management

Compensation management adalah salah satu praktik ekstrinsik yang mempengaruhi kelancaran fungsi pemanfaatan sumber daya manusia dalam pengaturan bisnis.

Praktik yang baik tentang bagaimana organisasi memberikan kompensasi moneter dan non-moneter atas pekerjaan yang dilakukan sangat diperlukan untuk membangun labor productivity.

Kompensasi moneter yang dimaksud mencakup:

  • Insentif bulanan
  • Bonus
  • Komisi
  • Profit sharing
  • Uang lembur
  • Recognition rewards, dsb.

Selain itu, kompensasi juga mencakup fasilitas non-moneter, seperti:

  • Moda transportasi
  • Perumahan
  • Opsi saham, dll.

Pada praktik ini, dibutuhkan kemampuan untuk menstrategikan tingkat kompensasi yang cocok bagi tiap karyawan serta kemampuan untuk menetapkan kesesuaian kapabilitas karyawan dengan kompensasi yang kompetitif di tingkat pasar.

Kamu dapat mempelajari lebih lanjut strategi perencanaan kompensasi yang baik dan sesuai dengan mengikuti Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann, khususnya pada topik Incentives Strategy pada course Human Resources: From Startup to Scaleup.

Performance Evaluation

Selain merancang dan mendesain strategi optimalisasi labor productivity, praktik evaluasi juga diperlukan untuk mencari celah pengembangan yang belum terisi sehingga praktik pengelolaan sumber daya manusia dapat berjalan lebih baik.

Performance evaluation mencakup proses sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, dan menilai kinerja karyawan dalam rentang waktu tertentu dan untuk tujuan tertentu.

Sebelum melakukan performance evaluation, kamu perlu memahami kerangka tujuan, standar, hingga persyaratan kompetensi yang dibutuhkan.

Setelah itu, dilakukan pendokumentasian dan penilaian kinerja berdasarkan standar yang telah disepakati.

Kegiatan evaluasi ini akan menghasilkan feedback kinerja karyawan yang berguna untuk pertimbangan lanjutan seputar peran dan tugas, promosi, kompensasi, hingga perpanjangan atau pemutusan hubungan kerja.

Hadapi Tantangan Human Resource Management di Tech Industry melalui Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann

Seiring pesatnya perkembangan tech industry, peran human resources menjadi semakin menantang dan kompleks.

Pembagian kerja semakin fleksibel, proses rekrutmen dan talent acquisition semakin kompleks, hingga kebutuhan scale-up skill yang harus terus dikejar di tengah besarnya tuntutan inovasi pada lingkungan kerja yang serba cepat.

Untuk mencapai praktik terbaik human resource management di tech industry, dibutuhkan skillset mumpuni bagi manajer agar bisa berkontribusi terhadap kelancaran fungsi labor productivity.

Dalam kurikulum bertajuk “Human Resources: From Startup to Scaleup”, Pacmann memberikan materi pembelajaran lengkap dengan membedah tiap praktik penting human resource management di dunia tech industry, termasuk:

  • Praktik recruitment
  • Talent development
  • Incentives
  • Design of jobs
  • Leadership and empowerment, serta
  • Resources optimization

Semua hal ini disusun berdasarkan penyesuaian kebutuhan user dan industri saat ini.

Tidak hanya topik seputar human resources, Program MBA in Tech Pacmann juga dapat membantu penyelesaian masalah kompetensi lainnya yang dibutuhkan dalam tech industry, mulai dari:

  • Product Development
  • Digital and Product Marketing
  • Business Analytics
  • Project Management, dsb.

Rancang dan implementasikan praktik paling optimal dari human resource management dengan mendaftar Program Non-Degree MBA in Tech Pacmann.