Blog Cara Meningkatkan Kemampuan Public Speaking

Cara Meningkatkan Kemampuan Public Speaking

Aviliani Februari 20, 2022 5 min read

Tidak hanya skill mengolah data saja, seorang business intelligence dan data scientist juga perlu menguasai skill berbicara.

Dengan kemampuan public speaking yang baik, seorang business intelligence atau data scientist dapat menyampaikan dan menginterpretasikan hasil kerjanya secara sederhana kepada orang awam.

Selain itu, kemampuan public speaking juga merupakan salah satu faktor terbesar yang menentukan kesuksesan seseorang, mengalahkan writing skill dan kualitas ide yang dimiliki.

Tentu saja, ide yang baik harus dikomunikasikan dengan baik juga.

Sebelum membahas cara meningkatkan kemampuan public speaking, ada formula khusus yang wajib untuk dipahami terlebih dahulu, yaitu:

public speaking formula

Formula di atas menunjukkan bahwa kemampuan berbicara (Q) akan ditentukan oleh knowledge (K), practice (P), dan talent (T).

Lalu mengapa font K, P, T dalam formula semakin lama semakin kecil?

Ukuran font yang berbeda mengindikasikan bahwa knowledge memainkan peranan terbesar lalu diikuti dengan practice, sedangkan talent memainkan peranan terkecil dalam menentukan kemampuan public speaking seseorang.

Formula tadi juga sebenarnya berlaku untuk segala hal.

Toh, memang pada dasarnya jika hanya mengandalkan talent tanpa ada knowledge maupun practice juga tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan kemampuan public speaking bagi business intelligence maupun data scientist?

Berikut 5 tips untuk meningkatkan kemampuan public speaking kamu.

1. Janjikanlah sesuatu yang bermanfaat bagi audiens

Cara meningkatkan kemampuan public speaking yang pertama adalah dengan memberikan empowerment promise.

Bukalah pembicaraan dengan memberitahu audiens apa saja yang akan mereka dapatkan di akhir sesi, sesuatu yang mereka tidak tahu di awal pembicaraan.

Contohnya seperti ini, “Di akhir sesi ini, kalian akan mengetahui lima cara meningkatkan kemampuan public speaking, sesuatu yang mungkin akan membuat perubahan besar dalam hidup kalian.”

Dengan begini, audiens jadi tahu apa tujuan mereka mendengarkan pembicara dan tentunya akan lebih menarik audiens karena mereka tahu bahwa mereka akan diuntungkan dengan mendengarkan pembicara.

2. Buatlah audiens paham dengan apa yang ingin disampaikan

Cara meningkatkan kemampuan public speaking juga dapat dilihat dari segi audiens.

Ada beberapa tips yang dapat memudahkan audiens memahami topik pembicaraan.

A. Ulangi poin yang ingin disampaikan sebanyak 3 kali di waktu yang berbeda

Walaupun mengulang perkataan berkali-kali terdengar membosankan, namun hal ini sangatlah penting.

Ketika berbicara di depan audiens, tidak semua audiens menyimak 100% perkataan pembicara, akan ada audiens yang terdistraksi dan tidak menyimak pembicara.

Maka dari itu kalau kamu mau memastikan seluruh audiens kamu paham dengan apa yang kamu sampaikan, kamu harus mengulang pembahasan di beberapa waktu yang berbeda.

B. Buat batasan poin yang ingin disampaikan

Hal ini bertujuan agar audiens tahu sampai mana pembicara membahas suatu topik dan agar audiens tidak bingung dengan hal-hal yang mungkin mirip dengan topik yang dibahas padahal hal tersebut tidak ada kaitannya dengan pembahasan.

Sebagai contoh, misalkan pembicara ingin membahas mengenai anak ayam, namun anak ayam mirip dengan anak bebek.

Agar audiens tidak bingung, pembicara dapat menjelaskan, “Walaupun sama-sama berwarna kuning, kecil, dan memiliki paruh, namun kaki anak ayam tidak berselaput, sedangkan anak bebek berselaput.”

Dengan begini, audiens paham kalau pembicara sedang membahas anak ayam dan tidak bingung dengan anak bebek yang cirinya mirip dengan anak ayam.

anak ayam dan anak bebek

C. Buatlah verbal punctuations 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak 100% audiens akan menyimak di waktu yang bersamaan, pasti ada saja audiens yang terdistraksi.

Seorang pembicara yang baik harus memberikan ‘tanda’ ke audiens bahwa sudah saatnya untuk kembali mendengarkan pembicara.

Pembicara dapat memberikan tanda dengan melakukan recall outline pembicaraan dan mengingatkan kembali sudah sejauh mana bahasan ini berlangsung.

Sebagai contoh, pembicara dapat mengatakan “Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, hari ini kita akan belajar bagaimana cara memiliki speaking skill yang bagus. Saya sudah memberitahu kalian harus mulai dari mana, dan sekarang saya juga sudah membahas poin ketiga tentang bagaimana caranya agar audiens paham dengan apa yang pembicara bahas. Maka dari itu, sekarang sudah saatnya kita masuk ke poin keempat.”

D. Ajukan pertanyaan ke audiens

Dengan melontarkan pertanyaan ke audiens, audiens jadi sadar bahwa sudah waktunya untuk menyimak kembali.

Lalu, apa pertanyaan yang sebaiknya pembicara ajukan?

Pertanyaan yang sebaiknya dilontarkan oleh pembicara adalah pertanyaan yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit untuk dijawab.

Hitunglah hingga 7 detik dan jika tidak ada yang menjawab, maka lanjutkan saja pembicaraan.

Akan menjadi awkward bila hening terus menerus karena tidak ada yang bisa atau mau menjawab.

Itulah empat tips yang dapat diterapkan agar audiens paham dengan pembahasan dan tidak terdistraksi lagi.

3. Pilihlah Waktu yang Tepat untuk Berbicara 

Timing is everything.

Pemilihan waktu ternyata turut masuk ke dalam cara meningkatkan kemampuan public speaking.

Ketika ingin menyampaikan suatu hal kepada audiens, pilihlah waktu ketika mereka sedang berada dalam kondisi terbaik. Hal ini bertujuan agar audiens dapat mendengarkan pembicara tanpa terdistraksi.

Sebagai contoh, bila memilih waktu ketika audiens sedang lelah, audiens akan sulit untuk mengikuti alur pembicaraan hingga selesai.

Contoh lainnya adalah ketika memilih waktu setelah jam makan siang, audiens cenderung mengantuk dan tidak dapat fokus mendengarkan.

4. Pilihlah Tempat yang Terang

Walaupun terdengar tidak relevan, namun pencahayaan juga menjadi salah satu cara meningkatkan kemampuan public speaking seseorang.

Sama seperti poin sebelumnya, bila diterapkan, tips satu ini dapat meningkatkan fokus audiens pada pembicara.

Dengan memilih ruangan yang pencahayaannya baik, pembicara dapat mencegah audiens mengantuk.

Hal ini dapat terjadi sebab ruangan yang gelap memberikan sinyal ke tubuh kalau ini adalah suasana tidur.

Maka dari itu, pilihlah ruangan yang terang atau nyalakan semua lampu yang ada di ruangan.

5. Pilihlah Properti yang Sesuai

Ketika berbicara di depan umum, properti dapat membantu penyampaian materi dengan lebih mudah.

Pada umumnya, slideshow jadi pilihan pada berbagai kesempatan.

Ketika menggunakan slideshow, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar slideshow tersebut tidak menjadi boomerang.

A. Jangan cepat cepat mengganti slide

Audiens tidak dapat menangkap informasi pada slide jika pembicara terlalu cepat menggantinya.

B. Jangan menaruh text terlalu banyak dalam slideshow

Walaupun krusial, cara meningkatkan kemampuan public speaking yang satu ini sering kali dilanggar oleh pembicara.

Pada dasarnya, manusia hanya memiliki satu language processor, audiens hanya dapat fokus mendengarkan pembicara atau membaca slideshow, tidak bisa keduanya.

Pembicara ingin mengedukasi lewat hal yang dibicarakan, bukan menyuruh audiens untuk membaca sendiri informasinya pada slideshow.

Bila dalam slideshow terdapat terlalu banyak teks, audiens akan merasa slideshow ini lebih penting dibandingkan apa yang dibawakan oleh pembicara.

Agar hal ini tidak terjadi, gantilah teks dengan gambar yang mendukung.

Tidak hanya lebih menarik saja, suatu informasi juga lebih mudah untuk dicerna dalam bentuk visual dibandingkan dalam bentuk kata-kata.

Maka dari itu, sebagai seorang business intelligence atau data scientist, visualisasi data menjadi hal yang patut untuk dikuasai.

Tidak semua audiens berasal dari bidang yang sama dengan pembicara, maka audiens belum tentu paham jika disajikan informasi dalam slideshow yang penuh dengan angka dan persentase.

contoh presentasi yang baik

Sadar akan pentingnya visualisasi data, Pacmann Academy menyediakan kelas khusus untuk belajar data visualization di kurikulum Non-Degree Program Business Intelligence maupun Data Scientist.

Jika tertarik untuk mendalami bidang tersebut, daftarkan diri segera di bit.ly/PendaftaranNonDegree atau cek kurikulum lainnya di halaman Non-Degree Program Data Scientist.

C. Jangan berdiri terlalu jauh dari properti/slideshow yang digunakan

Jika jarak antara properti dan pembicara terlalu jauh, mata audiens jadi bolak balik melihat pembicara-properti-pembicara-properti.

Hal ini akan mengurangi fokus audiens.

Contohnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

public speaking tips, jangan berdiri terlalu jauh dari slide

Nah, itu 5 tips yang dapat diterapkan agar dapat meningkatkan kemampuan public speaking.

Tentunya, kemampuan ini dapat menambah nilai plus sebagai seorang business intelligence atau data scientist.

Referensi:

How To Speak by Patrick Winston